Apakah Penyakit Ginjal Bisa Sembuh | Ini Penanganannya

Charitas Hospital Klepu
Foto Page Detail

Pendahuluan

Ginjal adalah organ kecil namun memiliki fungsi penting yaitu: menyaring darah, mengatur cairan dan elektrolit, serta membantu mengendalikan tekanan darah. Ketika fungsi ginjal menurun, muncul kondisi yang dikenal sebagai penyakit ginjal akut (AKI) atau penyakit ginjal kronis (CKD). AKI biasanya muncul tiba-tiba (hari–minggu) dan kadang bisa pulih penuh jika penyebabnya cepat ditangani; sedangkan CKD adalah penurunan fungsi ginjal yang berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan umumnya tidak dapat “sembuh” sepenuhnya, tetapi perkembangannya bisa diperlambat atau dikendalikan. (Forni, 2017; Chen, 2019).

Penanganan pada penyakit ginjal sesuai tingkat keparahannya

1. Gangguan fungsi ginjal ringan / dini (CKD stadium 1–2 atau tanda awal)

Tujuan terapi adalah untuk menghentikan atau memperlambat kerusakan lebih lanjut. Penanganan utama meliputi kontrol tekanan darah (target berbeda sesuai kondisi, sering kali menggunakan obat golongan ACE inhibitor atau ARB), kontrol gula darah pada penderita diabetes, pengaturan diet (kurangi garam, sesuaikan protein bila perlu), dan manajemen faktor risiko lain seperti kolesterol dan merokok. Perawatan primer (dokter umum) dan perhatian rutin sangat penting untuk mencegah progresi. (Chen, 2019; KDIGO, 2017).

2. Gangguan fungsi ginjal menengah / lanjut (CKD stadium 3–4)

Di tahap ini pengawasan menjadi lebih intens: pemeriksaan fungsi ginjal lebih sering, pengobatan komplikasi (anemia, gangguan mineral/tulang, asidosis), serta intervensi untuk menunda menuju gagal ginjal akhir. Tim multidisipliner (dokter ginjal, ahli gizi, perawat) biasanya terlibat. Tujuan tetap memperlambat laju penurunan fungsi ginjal dan menjaga kualitas hidup. (Elendu, 2023).

3. Gagal ginjal akhir / perlu terapi pengganti ginjal (ESKD — end-stage kidney disease)

Jika fungsi ginjal sangat rendah sehingga tubuh tidak bisa lagi menjaga keseimbangan cairan dan zat, maka dibutuhkan terapi pengganti ginjal. Terapi pengganti ginjal diantaranya adalah hemodialisis (cuci darah), peritoneal dialysis (cuci darah lewat rongga perut), atau transplantasi ginjal. Transplantasi biasanya memberikan kualitas hidup dan harapan hidup lebih baik dibandingkan dialisis pada banyak pasien yang cocok, tetapi memerlukan donor dan pengobatan penekan imun seumur hidup. Pilihan terapi diputuskan bersama pasien dengan mempertimbangkan usia, penyakit penyerta, dan preferensi. (Shi et al., 2023).

4. Penyakit ginjal akut (AKI)

AKI sering disebabkan oleh dehidrasi berat, infeksi berat, obat-obatan yang merusak ginjal, atau gangguan aliran darah ke ginjal. Banyak kasus AKI yang bersifat reversibel (sembuh kembali) apabila penyebabnya cepat diidentifikasi dan diatasi — misalnya cukupkan cairan, hentikan obat-obat yang merusak ginjal, atau atasi infeksi/penyebabnya. Namun jika terlambat atau parah, kerusakan bisa menetap dan meningkatkan risiko berkembang menjadi CKD. Oleh karena itu deteksi dan penanganan cepat sangat menentukan peluang pemulihan. (Chawla et al., 2017; Forni, 2017).

Pencegahan terjadinya penyakit ginjal

Pencegahan sangat mungkin dan efektif, terutama karena banyak kasus CKD terkait dengan faktor yang bisa dikendalikan. Langkah pencegahan praktis:

  1. Kontrol faktor risiko utama: Kendalikan tekanan darah dan gula darah (pencegahan komplikasi diabetes). Hipertensi dan diabetes adalah penyebab utama CKD. (McGrath, 2019). 

  2. Gaya hidup sehat: makan seimbang (kurangi garam, pilih sumber protein sehat; ada bukti bahwa pola makan lebih banyak sayur dan buah membantu menurunkan risiko ginjal), aktif secara fisik, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok. (Neale, 2023).

  3. Hati-hati obat-obatan: Hindari penggunaan obat anti-nyeri jangka panjang tanpa petunjuk dokter, dan beri tahu tenaga kesehatan tentang obat yang sedang diminum(Neale, 2023).

  4. Cukup minum air sesuai kebutuhan: Dehidrasi kronis dapat memicu gangguan ginjal. Namun pada pasien dengan gangguan ginjal lanjut, kebutuhan cairan perlu disesuaikan oleh dokter(Neale, 2023).

  5. Skrining bila berisiko: Jika punya diabetes, hipertensi, riwayat keluarga penyakit ginjal, atau usia lanjut — lakukan pemeriksaan fungsi ginjal (kreatinin, eGFR, urine albumin) secara berkala. Deteksi dini memberi peluang intervensi lebih efektif. (Pradhan, 2023). 

Kesimpulan

  • Apakah penyakit ginjal bisa sembuh? Jawabannya bergantung pada jenis dan stadium penyakit. Banyak kasus AKI dapat pulih sepenuhnya bila penyebab ditangani cepat; sementara CKD biasanya tidak pulih sepenuhnya tetapi bisa dikendalikan dan progresinya diperlambat dengan perawatan tepat. (Forni, 2017; Chen, 2019).

  • Kunci terbaik adalah pencegahan dan deteksi dini: mengendalikan tekanan darah dan gula darah, menjalani gaya hidup sehat, dan pemeriksaan rutin bila berisiko. (Neale, 2023; Pradhan, 2023). 

  • Untuk pasien dengan gagal ginjal akhir, opsi terapi pengganti ginjal (dialisis atau transplantasi) dapat memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup; pilihan terapi sebaiknya diputuskan bersama tim medis. (Shi et al., 2023). 

Jika Anda atau keluarga khawatir tentang fungsi ginjal (mis. pembengkakan, penurunan urine, kelelahan, darah/gelembung dalam urin, atau punya diabetes/hipertensi), segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan awal. Deteksi dan tindakan cepat sering memberi manfaat besar.

 Dokter Penulis

dr. Ketut Shri Satya Wiwekananda

 Daftar Pustaka

Chawla, L.S., Bellomo, R., Bihorac, A., Goldstein, S.L., Siew, E.D., Bagshaw, S.M., Davenport, A., Eggers, P., Forni, L.G., Kashani, K., Kellum, J.A., et al. (2017) ‘Acute kidney disease and renal recovery: consensus report’, Nature Reviews Nephrology, 13(4), pp. 241– 257.
Chen, T.K., Knicely, D.H. and Grams, M.E. (2019) ‘Chronic kidney disease diagnosis and management: A review’, JAMA, [review article] (available at: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7015670/).
Forni, L.G., Darmon, M., Ostermann, M. (2017) ‘Renal recovery after acute kidney injury’, Intensive Care Medicine Experimental, [article] (available at: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5487594/).
KDIGO (2017) ‘KDIGO 2017 Clinical Practice Guideline Update for the Diagnosis,
Evaluation, Prevention, and Treatment of Chronic Kidney Disease–Mineral and Bone Disorder
(CKD-MBD)’,             Kidney             International   Supplements,   7.         (Available       at: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6340919/).
Neale, E.P., et al. (2023) ‘Lifestyle interventions, kidney disease progression, and outcomes: a review’, Nutrition & Kidney Health [article]. (Available at: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10205767/).
Pradhan, N., et al. (2023) ‘Emerging preventive strategies in chronic kidney disease’,
Journal            of         Kidney             Prevention       Research         [article].          (Available       at: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11552309/).
Shi, B., et al. (2023) ‘Survival after kidney transplantation compared with dialysis’,
American         Journal            of         Transplantation           (2023).            (Available       at: https://www.amjtransplant.org/article/S1600-6135(23)00578-6/fulltext).


Kembali
Charitas Mobile Care